Saturday, November 18, 2017

Hernia pada Bayi : Penyebab, gejala, dan pencegahan

Hernia atau usus turun berasal dari bahasa latin, yaitu herniae. Hernia terdiri dari dua jenis. Jenis pertama adalah hernia bawaan yang memiliki istilah medis kongenital dan hernia yang didapat, memiliki istilah medis akuisita.
Penyakit hernia yang umum terjadi pada laki - laki juga banyak menyerang anak - anak dan bayi, terutama bayi laki - laki. Hernia pada bayi dan anak - anak berbeda cara terjadinya dengan hernia pada orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak, hernia muncul karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada semasa bayi masih di dalam kandungan. seharusnya lubang - lubang tersebut menutup sesaat sebelum atau sesudah bayi lahir, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia, hal ini justru tidak terjadi.
Hernia sendiri terjadi karena adanya pelemahan pada otot dinding perut. hal ini mengakibatkan adanya benjolan atau keluarnya sebagian isi perut.


Sebenarnya hernia sendiri bisa terjadi pada semua rentang usia. tapi yang perlu diwaspadai adalah saat hernia menyerang bayi dan balita, karena hernia seringkali muncul pada bayi dan balita tanpa adanya keluhan, dan ini bisa berujung pada kondisi yang berbahaya.
Ada berbagai tempat di bagian tubuh bayi yang bisa terkena hernia, diantaranya sebagai berikut : 
a.  Hernia inguinalis atau hernia pada lipatan paha bayi
istilah awamnya adalah turun berok atau "kondor". Hernia jenis ini adalah yang paling sering menimpa bayi dan anak laki - laki. Penyebabnya adalah saluran yang menjadi tempat turunnya skrotum (buah pelir) dari rongga perut ke kantung buah pelir tersebut tetap terbuka ketika bayi lahir. Ukuran lubangnya yang cukup besar bisa juga menyebabkan usus bayi ikut turun setelah buah pelir, dan pada akhirnya membentuk benjolan kira - kira sebesar ibu jari orang dewasa. Jenis hernia ini juga sering disangka sebagai hidrokel, cairan yang berada dalam kantung buah pelir. Faktanya, kedua hal tersebut jauh berbeda.
Sebenarnya, kasus hernia pada lipatan paha bayi ini tidak banyak terjadi. hanya sekitar 4% bayi laki - laki yang mengalaminya dan hanya 30% bayi laki - laki yang lahir prematur yang bisa terserang hernia jenis ini.
b.  Hernia Diafragmatik
Hernia diafragmatik merupakan jenis hernia yang harus segera ditangani oleh dokter. Hernia jenis ini berada di daerah sekat antara perut dengan rongga dada.
Hal ini terjadi karena sebagian usus serta sebagian isi rongga perut lainnya masuk ke dalam rongga dada bayi.
Hernia ini juga sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Tandanya di antaranya bayi akan merasa sesak dan mulai membiru.
C.  Hernia Umbilikus
Jenis hernia ini sering disebut dengan hernia pada bagian pusar. Istilah awamnya adalah pusar "bodong". Hernia ini ditandai dengan munculnya penonjolan di daerah sekitar pusar. Penonjolan terjadi karena adanya peningkatan tekanan di dalam rongga perut bayi.
Pada sebagian kecil bayi, lubang yang ada di sekitar pusarnya tidak tertutup setelah lahir, padahal seharusnya lubang tersebut tertutup. Hernia jenis ini dapat menyerang bayi laki - laki maupun perempuan.

Baca juga : hepatitis-pada-bayi-gejala-pencegahan

➽ Penyebab

 Hernia pada anak terjadi sebagai akibat dari faktor berikut ini :
  1. kelemahan otot atau jaringan. ini adalah faktor utama yang menyebabkan hernia. kelemahan pada jaringan akan membuat organ - organ internal, terutama usus, jadi menonjol keluar dan mengembangkan hernia. 
  2. Cacat bawaan. Dalam beberapa kasus, kanalis inguinalis tidak tertutup dengan benar setelah anak dilahirkan, akibat faktor tertentu. Kondisi ini merupakan faktor risiko terjadinya hernia.
  3. Faktor genetik.

➽ Gejala

 Gejala - gejala yang bisa diketahui oleh orang tua ketika bayi atau balitanya terserang hernia adalah :
  1. Timbulnya benjolan / penonjolan di sekitar pusar bayi atau pada lipatan paha. Besarnya bisa mencapai 1 - 5 cm.
  2. Bayi terlihat merasa nyeri. Tanda - tandanya dia sering menangis dan kadang tidak berhenti. 
  3. Bayi mengalami muntah - muntah.
  4. Penonjolan akan makin membesar saat anak menangis atau mengejan.
  5. Adanya infeksi pada bayi. tandany, ada benjolan yang terus membesar, ada perubahan warna menjadi kemerahan dan terasa nyeri. 
  6. Secara umum, hernia sendiri sebenarnya terdiri dari tiga bagian, yaitu isi hernia, kantung hernia, dan cincin hernia. Bayi akan mengalami rasa nyeri ketika isi dari hernia terjepit oleh cincin hernianya.
  7. Lain halnya ketika usus yang terjepit oleh cincin hernia. Gejalanya bayi akan merasa mual, muntah, gangguan dalam buang air besar, dan perutnya terasa kembung.
Terkadang, orang tua begitu peka dengan tanda - tanda yang ditunjukkan oleh bayi atau balita. Ada baiknya, orang tua selalu waspada dan segera memeriksakan bayinya ke dokter ketika salah satu atau beberapa gejala hernia mulai ditunjukkan oleh bayi.

➽Pencegahan

Setiap penyakit tentunya bisa dicegah kedatangannya, begitu juga dengan penyakit hernia pada bayi dan balita. Berikut beberapa pencegahan agar bayi dan balita tidak terserang hernia :
  • Selama masa kehamilan, ibu harus menjaga kandungannya dengan baik, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi serta dengan rutin memeriksakan kandungan ke dokter.
  • Memberi ASI eksklusif pada bayi.
  • Menjaga kesehatan bayi dan balita.
  • Segera memeriksakan bayi dan balita ke dokter ketika terjadi sesuatu yang aneh dengannya.
  • ketika bayi sudah berada di usia yang boleh diberi makanan pendamping ASI, ibu tidak boleh memberikan makanan sembarangan. 
Baca Juga : cacingan pada anak  : pencegahan dan pengobatan

➽ Pengobatan

pengobatan hernia pada bayi dan balita tergantung pada tingkat keseriusan hernia yang diderita. hernia yang dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan akan menyebabkan komplikasi dan sangat membahayakan bayi dan balita.
Ketika bayi dan balita menunjukkan tanda - tanda hernia, hal pertama yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua adalah membawanya ke dokter.  Dokter akan memeriksa hernia yang diderita, kemudian menentukan pengobatan yang akan dilakukan, baik melalui jalur operasi maupun tidak.

Isi hernia sebenarnya ada yang bisa masuk kembali ke tempatnya semula tanpa perlu dioperasi. itu karena cincin hernia pada bayi masih bersifat elastis. Apalagi jika lubang hernia pada pusar lebih kecil dari 1 cm. orang tua bisa membantu proses penutupan kembali lubang hernia pada bayi. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon