Sunday, November 19, 2017

Cara mencegah dan mengobati nafas berbunyi pada bayi

Dalam dunia medis, bunyi nafas memiliki beberapa nama yang menunjukkan frekwensi dan jenis bunyi yang berbeda yaitu Stridor dan wheezing. Nafas bunyi seperti pilek pada bayi yang baru lahir, atau nafas berbunyi grok - grok  sering membuat orang tua menjadi kawatir. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya cairan hidung. Cairan hidung sebenarnya mempunyai fungsi untuk menyaring kotoran yang masuk. Secara alami, nafas bayi cenderung berbunyi karena saluran pernafasannya lebih kecil.
Namun ada beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan suara nafas bayi terdengar lain dari biasanya. Bunyi yang sering terdengar pada bayi, yaitu :

a. Bunyi grok - grok seperti mengorok (Stridor)
Muncul beberapa hari setelahbayi lahir. Biasanya bunyinya terdengar seolah ada lendir di dalam tenggorokan. Orang tua sering kali khawatir karena menyangka anaknya sesak. Bunyi ini normalnya menghilang ketika usia bayi semakin bertambah.
b. Bunyi Mengi (Wheezing)
ini adalah bunyi bernada tinggi yang muncul saat bayi mengembuskan udara, sama seperti suara pada orang yang terkena asma / sesak nafas. Bunyi mengi muncul akibat tersumbatnya sebagian jalan nafas oleh benda asing. Atau bisa juga disebabkan oleh adanya alergi pada anak.
Baca Juga : cacingan pada anak pencegahan dan Pengobatan

Meski mengi adalah gejala asma klasik, jangan dulu menganggap bayi anda menderita asma begitu mendengar bunyi bunyian pada nafasnya. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan nafas anak berbunyi dan tersengal.
Paru - paru bayi sangat sensitif. Makanan atau benda asing apapun yang terhirup oleh paru - paru bisa saja menyebabkan nafasnya jadi tersengal. Terlebih lagi jika bayi lahir secara prematur, saat saluran pernafasannya belum terbentuk dengan dengan sempurna. Selain itu, perubahan cuaca, asap rokok, dan alergi pada bulu binatang, serbuk, serta debu, juga bisa memicu sesak nafas dan mengi.
c. Bunyi seperti hidung yang tersumbat
Bunyi ini juga muncul beberapa hari setelah bayi lahir. Orang tua sering mengira anaknya terserang penyakit pilek, karena dia terlihat sulit bernafas melalui hidung dan rewel saat malam hari. Keadaan ini normal pada bayi baru lahir, karena bentuk hidungnya yang masih kecil.

➤ Pencegahan

kenali penyebabnya dan sebida mungkin hindarilah. Terutama zat yang menyebabkan alergi pada anak. Jauhkan anak dari asap atau debu di rumah. Membersihkan AC atau kipas angin juga dapat anda lakukan sebagai upaya pencegahan.
Berikan ASI eksklusif. Bayi dengan riwayat alergi akan cenderung mengalami risiko nafasnya berbunyi "grok - grok" yang lebih kuat daripada bayi lain. jadi sebisa mungkin, hindarilah pemberian susu formula, agar reaksi alergi bayi tidak memberat.
Jemurlah bayi yang baru lahir pada pagi hari untuk mendapatkan sinar matahari pagi. Cukup selama lima belas menit sehari. Hindari menjemur ketika matahari telah terik dan menyengat kulit.

➤Pengobatan

Pengobatan yang bisa dilakukan pada bayi yang menderita nafas berbunyi adalah :
  1. Pantau kondisi anak. selama anak tidak sesak (frekwensi nafas lebih dari 40 kali per menit ), jangan cemas. Sering - seringlah memberinya minum serta biarkan dia menghirup uap panas (agar lendir tidak mengental).  Bila perlu, berikan larutan garam fisiologis steril sebagai tetes hidung.
  2. Walaupun nafas berbunyi pada bayi sering kali merupakan hal normal, namun anda perlu waspada ketika si kecil mengalami beberapa gejala berikut : 
  • Demam 
  • Anak menjadi gelisah
  • Anak menjadi sulit minum atau makan 
  • Nafas cepat lebih dari 50 x per meni
  • Batuk
  • Anak Lemah
  • Anak pucat atau wajahnya berwarna kebiruan
  • Otot dada tertarik masuk saat anak bernafas
  • saat bernafas, cuping hidung bayi melebar.
Apabila anak anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera periksakan ke dokter terdekat.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon