Friday, October 20, 2017

Mewaspadai Gestasional diabetes, Diabetes ketika masa kehamilan

Gestational diabetes mellitus (kadang disebut dengan GDM) adalah suatu bentuk diabetes yang terjadi selama kehamilan dan biasanya hilang setelah bayi lahir. Hal ini didiagnosis bila kadar glukosa darah di atas normal pertama kali muncul saat hamil.

Gestational diabetes menjadi lebih umum di Australia, yang mempengaruhi ribuan wanita hamil. Antara 5% dan 10% wanita hamil akan mengalami diabetes gestasional dan ini biasanya terjadi sekitar minggu ke 24 sampai 28 minggu kehamilan. Semua wanita diuji untuk diabetes gestasional sebagai bagian dari pemeriksaan rutin 24-28 minggu dengan dokter umum mereka. Wanita yang memiliki satu atau lebih faktor risiko disarankan untuk menjalani tes diabetes saat kehamilan dikonfirmasi lagi pada 24 minggu jika diabetes tidak terdeteksi pada awal kehamilan.
Meskipun tidak ada alasan mengapa wanita mengembangkan diabetes gestasional, Anda berisiko terkena diabetes gestasional jika Anda:
•    Berusia di atas 25 tahun
•    Punya riwayat keluarga diabetes tipe 2
•    Apakah kelebihan berat badan
•    Berasal dari latar belakang Penduduk Asli Australia atau Torres Strait Islander
•    Berasal dari latar belakang orang Vietnam, Cina, Timur Tengah, Polinesia atau Melanesia
•    Pernah menderita diabetes gestasional selama kehamilan sebelumnya
•    Sebelumnya pernah menderita Polycystic Ovary Syndrome
•    Pernah melahirkan bayi yang besar
•    Punya riwayat keluarga diabetes gestasional

Kebanyakan wanita didiagnosa menjalani tes darah khusus. Tes Tantangan Glukosa (GCT) adalah tes skrining dimana darah diambil untuk pengukuran glukosa satu jam setelah minum glukosa. Jika tes ini tidak normal maka dilakukan Uji Toleransi Glukosa Oral (OGTT). Untuk OGTT sampel darah diambil sebelum dan dua jam setelah minum.

Apa yang harus dilakukan setelah didiagnosis?

Bagi banyak orang, didiagnosis menderita diabetes gestasional bisa membuat kesal. Namun, penting untuk diingat bahwa mayoritas wanita dengan diabetes gestasional memiliki kehamilan yang sehat, persalinan normal dan bayi yang sehat.Perawatannya adalah makan sehat, aktivitas fisik dan pemantauan serta menjaga kadar glukosa darah normal saat Anda sedang hamil. Baca lebih lanjut tentang mengelola diabetes gestasional .

Risiko diabetes tipe 2 berkembang

Sementara kadar glukosa darah ibu normal kembali normal setelah melahirkan, ada peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2 di masa depan. Bayi juga berisiko terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Apa yang menyebabkan gestational diabetes?

Pada kehamilan, plasenta menghasilkan hormon yang membantu bayi tumbuh dan berkembang. Hormon ini juga menghalangi kerja insulin ibu. Ini disebut resistensi insulin. Karena resistansi insulin ini, kebutuhan akan insulin pada kehamilan 2 sampai 3 kali lebih tinggi dari biasanya. Jika Anda sudah memiliki resistansi insulin, maka tubuh Anda mungkin tidak dapat mengatasi permintaan ekstra untuk produksi insulin dan kadar glukosa darah (gula) akan meningkat sehingga diabetes gestasional didiagnosis.

Saat kehamilan usai dan kadar glukosa darah kembali normal diabetes hilang, namun resistensi insulin ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Manajemen dan perawatan
Gestational diabetes biasanya dapat dikelola dengan makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur. Namun, bagi beberapa wanita dengan diabetes gestasional, suntikan insulin akan diperlukan untuk sisa kehamilan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon