Saturday, November 18, 2017

Menangani penyakit Cacar Air pada anak

Cacar air dalam istilah medis dikenal sebagai Varicela simplex atau chicken pox.  Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen (lewat udara), karena itu virus ini dapat dengan cepat berpindah. selain itu kontak fisik dengan penderita cacar air juga akan semakin meningkatkan risiko tertular. Jika pecah dan mengenai kulit, air yang berada di dalam gelembung cacar akan lebih cepat menular. perlu juga diwaspadai kontak virus yang berasal dari air ludah atau air liur dari penderita penyakit ini.
Penyakit cacar air termasuk penyakit yang cepat menular. Tidak hanya anak - anak, virus ini juga dapat menyerang ketika ketahanan tubuh melemah atau kondisi badan sedang tidak fit.
Waktu inkubasi dari mulai terpapar sampai terkena penyakit hanya berlangsung dalam tempo 2 hari sampai 3 pekan. Pada awalnya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala - gejala ini khas untuk infeksi virus. Selain itu dapat berupa nyeri sendi, sakit kepala, dan pusing. Beberapa hari kemudian, timbullah kemerahan berukuran kecil pada kulit. Biasanya ditemukan pertama kali disekitar dada, perut, atau punggung, lalu di anggota gerak dan wajah.

kemudian kemerahan pada kulit ini akan berubah menjadi bulatan berisi cairan berdinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal, jadi bisa tergaruk secara tidak sengaja. Jika bulatan ini dibiarkan, dia akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang akan terlepas dan meninggalkan bercak lebih gelap pada kulit (hiperpigmentasi). Bercak ini lama kelamaan akan pudar hingga tidak meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. krusta akan segera terbentuk lebih dalam dan akan mengering lebih lama. Selain itu, pecahnya cacar air juga akan memudahkan terjadinya infeksi bakteri pada bekas luka garukan tersebut. Dan setelah mengering, bekas cacar air akan menyisakan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah orang dewasa atau dewasa muda, maka bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

⭆Gejala

Gejala awal dari penyakit ini antara lain :
  1. Kondisi badan terasa menurun, lemah, dan mudah capek.
  2. mulai merasakan demam disertai flu ringan.
  3. Mulai merasakan nyeri di pergelangan sendi dan ngilu.
  4. Muncul bentol kemerahan seperti gelembung yang berisi air di permukaan kulit. 
  5. Umumnya, muncul pertama kali di daerah dada.
Masa Inkubasi cacar air adalah sekitar 2 - 3 minggu setelah muncul bentol atau gelembung yang berisi air diseluruh tubuh, tergantung pada daya tahan tubuh penderita. Semakin kuat daya tahan tubuhnya, maka cacar air yang keluar di permukaan kulit hanya sedikit dan cepat mengering.
Baca Juga :  

⭆Pencegahan

Tindakan atau upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah :
 a. Imunisasi Vaksin
imunisasi tersedia bagi anak - anak yang berusia lebih dari dua belas bulan. Imunisasi ini juga dianjurkan bagi orang berusia di atas dua belas tahun yang tidak mempunyai kekebalan, atau mereka yang belum terkenan penyakit ini, karena orang dewasa yang terkena penyakit ini, biasanya akan lebih parah dan kadang - kadang bisa sampai pingsan.
b. Menghindari sumber penularan
Penyakit cacar termasuk penyakit menular. Tentunya akan sangat merepotkan jika semua anggota keluarga tiba - tiba terkena cacar dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, dibutuhkan pencegahan agar penyakit ini tidak menular ke anggota keluarga yang lain. Pencegahan terhadap penyakit ini dilakukan dengan mengisolasi penderita penyakit cacar selama lima hari sejak munculnya ruam sampai semua lepuhan telah berkeropeng. Selama waktu pengisolasian terhadap penyakit cacar ini, Penderita tetap diperbolehkan untuk mandi. Namun setelah selesai mandi, dia tidak boleh menggosok badan dengan handuk terlalu keras. Menggosok badan terlalu keras akan memicu terjadinya infeksi. Infeksi ini disebabkan oleh kuman pada bagian cacar yang terbuka. Jika bagian cacar tersebut terbuka dan terinfeksi, maka bekas cacarnya akan sulit hilang. Selain itu, handuk untuk penderita juga sebaiknya tidak digunakan oleh anggota keluarga lainnya.
C. Menjaga Kebersihan badan, Pakaian, dan lingkungan
Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.
d. Mengonsumsi makanan bergizi
Agar penderita cepat sembuh, beristirahatlah yang cukup serta makan makanan yang bergizi. Makanan berupa buah dan sayuran sangat dianjurkan sebagaimana pada penderita penyakit lain yang diakibatkan oleh virus. Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat, sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit.

⭆ Pengobatan

Cacar air sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. tapi penyakit ini dapat diberikan pengobatan asiklovir berupa tablet 800 mg per hari, setiap empat jam sekali ( Dosis orang dewasa, usia dua belas tahun ke atas), Selama 7 - 10 hari. Juga salep yang mengandung asiklovir 5%, dioleskan tipis pada permukaan yang terinfeksi sebanyak 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan PK sebanyak 1 % yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

Saat ini, Penyakit cacar air bukanlah penyakit yang membahayakan karena sudah ada obat atau cara mengatasinya. Setelah masa penyembuhan, Perawatan dapat dilanjutkan dengan menangani bekas luka yang ditimbulkan. Caranya adalah sebagai berikut :
  1. Banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisasi ginjal setelah mengonsumsi obat.
  2. Mengonsumsi vitamin C yang berupa suplemen atau yang langsung dari buah - buahan  segar, seperti jus jambu biji, jus tomat dan anggur.
  3. Mengonsumsi vitamin E, minuman dari lidah buaya, atau rumput laut.
  4. Menggunakan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar - benar sembuh. Losion ini diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut. 
Selama masa karantina, sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit dapat menginfeksi bagian yang sedang terkena cacar air. untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilan, sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air.
Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak  talk yang mengandung mentol untuk mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit, dengan begitu kulit tidak banyak teriritasi. Penderita yang memiliki kulit sensitif dapat menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol.
Pastikan penderita juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengobatan cacar air, yaitu :
  1. Segera periksakan penderita ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik seperti obat penurun panas untuk mengatasi demam, vitamin untuk menambah daya tahan tubuh, dan antivirus baik dengan diminum maupun salep.
  2. Mandi secara teratur, pagi dan sore menggunakan sabun yang mengandung antiseptik yang banyak dijual atau dengan resep dokter yang bisa dibeli di apotik.
  3. Hindari pemakaian bedak tabur saat gelembung pecah karena pemberian bedak akan menambah perluasan penyebaran cairan dari cacar yang berisi virus ke kulit yang sehat.
  4. Pakailah salep yang telah diresepkan dokter seperti asiklovir atau salep betadine, agar luka cepat mengering.
  5. Jangan menggaruk bekas luka cacar yang telah mengering agar tidak membekas. Ketika bekas luka tersebut digaruk maka luka akan semakin dalam akibatnya bekas luka akibat penyakit ini akan semakin terlihat. 

⭆Perawatan

Perawatan terhadap penderita cacar air :
  1. mengganti baju penderita setiap hari
  2. Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain.
  3. Mandi menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan obat antigatal setiap hari.
  4. Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam - ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru.
  5. Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan. 
Biasanya, setelah sembuh penyakit cacar ini akan meninggalkan bekas pada kulit. Karena adanya rasa gatal, jadi penderita akan menggaruk bagian kulit yang terkena penyakit. Padahal dengan tidak menggaruk kulit yang terkena cacar, berarti telah mencegah terjadinya infeksi. Bila cacarnya digaruk dan akhirnya terjadi luka terbuka, maka infeksi kuman bisa saja terjadi.

Kalau tibul rasa gatal, yang bisa dilakukan adalah mengkompres bagian tersebut dengan air dingin untuk mengusir rasa gatal serta mencegah munculnya bekas luka akibat garukan. Selain itu, kebersihan tangan adalah hal terpenting , karena tangan selalu bersentuhan langsung dengan bagian yang terkena cacar. Menjaga kebersihan tangan berguna untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang mampu menyebabkan terjadinya infeksi.
Penderita disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C karena dapat membantu proses revitalisasi pada kulit bekas penyakit cacar. Vitamin C merupakan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon