Monday, November 20, 2017

Memahami Penyakit Epilepsi : Pencegahan dan pengobatan

Epilepsi di indonesia sering disebut dengan penyakit ayan, adalah sekelompok gangguan neurologis jangka panjang yang ditandai dengan serangan - serangan epileptik. Serangan epileptik ini episodenya bisa bermacam - macam, mulai dari serangan singkat dan hampir tidak terdeteksi, hingga guncangan kuat untuk periode yang lama.
Epilepsi disebabkan oleh lonjakan aliran listrik di dalam otak, terjadi secara tiba - tiba dan berulang. Epilepsi bisa terjadi pada sebagian atau seluruh bagian otak dan menyebabkan kejang seluruh tubuh atau pada bagian tubuh tertentu.

Anak penderita epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian dan mengingat. Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia pada saat terjadinya epilepsi, jenis serangan, bagian otak yang terkena, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi. Bagian otak yang terkena akan menentukan jenis kognitif yang terserang. Jika bagian yang terserang adalah bagian kiri, maka gejalanya akan berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung, dan kemampuan di bidang matematika. Sementara jika bagian yang terkena adalah bagian kanan, gejala yang timbul akan berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis, serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga anak tidak terampil dan sulit membedakan antara kanan dan kiri.

➤ Gejala

Gejala epilepsi adalah sebagai berikut :
a. Tatapan mata Kosong
Waspadalah jika anak berhenti melakukan apa yang sedang dia lakukan dan menatap dengan tatapan kosong seperti melamun. Gejala ini disebut kejang petit mal (petit mal seizure). Lengan atau kepala anak mungkin akan tampak lunglai. Namun kejang jenis ini biasanya tidak akan menyebabkann anak jatuh ke bawah atau kehilangan kesadaran. Setelah kejang berakhir, yang biasanya berlangsung dalam waktu 30 detik sampai 1 menit, anak tidak akan menyadari apa yang telah terjadi.

Baca juga :  
b. Kejang total ( Total convulsions)
Kejang ini merupakan kejang paling serius. Kejang total dapat menyebabkan anak jatuh ke tanah dan kehilangan kesadaran. Biasanya kejang ini berlangsung selama 2 hingga 5 menit. Saat kejang berlangsung tubuh anak akan kaku, bergetar, dan kehilangan kontrol terhadap kandung kemih, sehingga keluar air seni tanpa disadari. selain itu, air liur juga akan keluar disertai bola mata yang memutar ke belakang. Setelah kejang berakhir, anak akan bingung selama beberapa menit, otot - ototnya menjadi sakit dan akan tertidur dalam waktu yang lama.
c. Kedutan (Twitching)
Kedutan dapat muncul pada berbagai tipe epilepsi, tetapi akan terlihat jelas pada epilepsi fokal. Kedutan biasanya bersifat lokal. umumnya dimulai pada satu jari atau telapak tangan, kemudian akan semakin memburuk, menjalar hingga ke lengan, lalu menyebar sampai sebagian atau seluruh tubuh. Sebagian anak tetap sadar saat mengalami gejala ini, namun sebagian yang lain akan kehilangan kesadaran.
d. Aura
Aura adalah tanda peringatan, terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung. aura dapat menyebabkan anak tiba - tiba merasa sakit tanpa sebab, mendengar suara yang tidak nyata, atau mencium bau yang tidak ada sumbernya. Anak juga akan mengalami masalah dengan penglihatan atau perasaan aneh pada suatu tempat di bagian tubuhnya, terutama pada perut. walaupun anak mungkin tidak mengenali tanda - tanda peringatan sebagai aura, tapi seiring berjalannnya waktu, anda akan dapat menghubungkan tanda - tanda awal dengan serangan epilepsinya.

➤ Pencegahan

Epilepsi dapat dicegah tergantung pada penyebabnya. Misalnya :
  1. Epilepsi akibat komplikasi atau proses kelahiran memerlukan perawatan prenatal (sesaat sebelum kelahiran ) yang baik.
  2. Epilepsi yang terjadi akibat infeksi dapat diberi vaksinasi tertentu.
  3. Epilepsi yang disebabkan oleh trauma kepala, bisa dicegah dengan menggunakan helm, sabuk keselamatan, dan alat pelindung lain saat berkendaraan, untuk mencegah trauma kepala. 
  4. Jika telah terjadi cedera kepala, segeralah obati untuk menurunkan risiko terjadinya epilepsi.

➤ Pengobatan

Penyakit ini dapat dikontrol dengan obat antiepilepsi. Sebagian besar jenis obat epilepsi pada anak perlu dikonsumsi sampai dua tahun bebas kejang dari kejadian kejang terakhir.  Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak penelitian dan literatur. Angka kekambuhan kejang akan semakin kecil jika anak minum obat sampai dua tahun bebas kejang, dibandingkan jika dia hanya minum obat sampai satu tahun bebas kejang.


EmoticonEmoticon